Pelaksanaan aksi nyata modul 3.1.a.10 merupakan rangkaian dari kegiatan demonstrasi kontekstual yang telah disusun sebelumnya. Pada modul ini Calon Guru Penggerak (CGP) mempelajari tentang Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran, selanjutnya CGP diminta untuk menyusun portofolio dengan model 4F (Fact, Feelings, Findings, Future). Berdasarkan rancangan aksi nyata yang telah dibuat sebelumnya, maka berikut ini portofolio aksi nyata modul 3.1.a.10 yang selesai saya susun.
1.
Peristiwa (Fact)
Latar Belakang
Saat
pandemi covid-19, pembelajaran yang dilakukan dengan daring atau kombinasi
daring dan luring, telah banyak memberikan pengalaman sangat berharga kepada
warga sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, murid dan wali murid. Namun
secara umum pendidikan mengalami banyak ketertinggalan, kesenjangan antar
wilayah, begitu juga dalam hal sosial dan ekonomi. Untuk memulihkan kondisi
pendidikan kearah yang lebih baik, Kementerian ristekdikti (Riset, Teknologi,
Pendidikan, dan Perguruan Tinggi), meluncurkan Kurikulum Merdeka Belajar. Kementerian
memberikan kebebasan bagi sekolah untuk memilih kurikulum di satuan
pendidikannya dengan menggunakan kurikukum sebelumnnya atau kurikulum merdeka
belajar.
Menjadi
dilema kepada saya, sebagai salah satu Ka Prodi TKJ yang diberikan kewenangan
oleh Waka kurikulum untuk turut ambil bagian, apakah tetap menggunakan
kurikulum sebelumnya atau Kurikulum Merdeka? Karena kekahwatiran mayoritas guru
yang sudah sertifikasi, dengan berkurangnya beberapa mata pelajaran, jika
menggunakan kurikulum Merdeka Belajar. Sekolah kami, belum memiliki Kepala
Sekolah definitive, hanya PLT Kepala sekolah. Jadi yang banyak berperan dalam
menentukan ini, adalah Kami dengan waka
Kurikulum.
Tujuan
Mengambil
keputusan sebagai pemimpin pembelajar dalam menentukan kurikulum sekolah, tahun
pelajaran 2022/2023 Di SMK Negeri 1 Pakem, Kabupaten Bondowoso.
Tolak
Ukur
· Menghasilkan keputusan yang cermat,
tepat dan tidak merugikan pihak manapun.
· Keputusan penentuan kurikulum yang berpihak pada murid, namun juga tidak meninggalkan kepentingan warga sekolah yang lain.
Figure 1 Saat saya dengan Waka Kurikulum mengikuti
Bimtek IKM di SMKN 1 Bondowoso
Figure 2 Pembukaan IKM Di SMKN 1
Bondowoso
Figure 3 Sambutan Ketua Panitia Bimtek IKM
di SMKN 1 Bondowoso
Lini
Masa
Paradigma (Jangka
pendek versus jangka panjang/short term vs long term)
Prinsip (berfikir berbasis
hasil akhir/ends based thinking)
9 langkah (keputusan
yang diambil haruslah tepat, arif, dan bijaksana, maka sebagai seorang pemimpin
pembelajar membutuhkan pengujian yang selaras dengan prinsip dasar pengambilan
keputusan
Perasaan (Feelings)
Setelah melaksanakan
aksi nyata modul 3.1.a.10 mengenai Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin
Pembelajaran, saya awalnya merasa kesulitan, dengan dilemma yang dialami. Namun
setelah urun rembug, kolaborasi dan berdiskusi dengan teman – temannya,
diputuskan yang terbaik untuk sekolah ini. Perasaan menjadi bangga dan senang,
karena bisa membuat keputusan yang bisa dan hampir memuaskan semua pihak.
Pembelajaran (Findings)
Pelajaran apa yang saya peroleh dan dapatkan dalam
proses ini? Apa hal baru yang saya ketahui setelah proses ini?
9 langkah pengujian dalam pengambilan Keputusan
1. Mengenali,
bahwa ada nilai – nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini. Dalam masalah ini terdapat pertentangan
situasi dalam menentukan kurikulum sekolah
2. Menentukan
siapa yang terlibat dalam situasi ini. Yang terlibat Kepala sekolah, Waka
Kurikulum, guru, TU, murid dan wali
murid.
3. Kumpulkan
fakta – fakta yang relevan dalam situasi ini.
-
Kurikulum
K13, jam pelajaran (JP) diatur perminggu satuan, mengatur alokasi waktu permata
pelajaran, secara rutin setiap minggu, dalam setiap semester. Sehingga dalam
setiap semester peserta didik akan mendapatkan hasil nilai belajar.
-
Kebutuhan
JP guru dan Murid, melalui kurikulum merdeka, guru prakarya dan seni budaya
akan kesulitan mendapat JP sesuai kebutuhan sertifikasi. Sedangkan murid akan
menerima pelajaran sesuai bakat minat.
-
Kurikulum
merdeka, strukturnya dibagi menjadi 2 kegiatan pembelajaran utama yaitu: 1.
Pembelajaran regular atau rutin 2. Proyek penguatan profil pelajar pancasila
dan beberapa mata pelajaran yang menjadi mapel pilihan.
4. Pengujian
Benar atau salah
-
Uji Legal, kasus ini tidak terkaiat
pelanggaran hukum
-
Uji Regulasi, keputusan yang akan
diambil tidak melanggar regulasi apapun
-
Uji Instuisi, Keputusan yang saya ambil,
untuk menerapkan kurikulum merdeka disekolah berpihak pada bakat dan minat
murid.
-
Uji Media Sosial, saya tetap nyaman,
apabila kasus ini dipublikasikan, karena dengan menerapkan kurikulum merdeka,
akan dapat dukungan dari masyarakat.
-
Uji Panutan atau idola, cabang dinas
wilayah kabupaten bondowoso, mengharuskan SMK dan SMA negeri menerapkan
kurikulum merdeka mandiri atau menjadi sekolah penggerak.
-
Pengujian Benar atau salah. Dalam kasus
ini, paradigm, jangka pendek melawan jangka panjang. Implementasi Kurikulum
Merdeka merupakan pilihan terbaik dalam jangka panjang untuk sekolah, murid dan
guru.
5. Melakukan
prinsip Resolusi, prinsip penyelesaian dilemma yang dipakai adalah berfikir
berbasis akhir (end based thinking)
6. Investigasi
Opsi Trilema, Menerapkan Kurikulum Merdeka, dengan memberikan JP pada guru
Prakarya dan seni budaya secara proposrional dan menambah jp mata pelajaran
lain yang yang linear, sehingga tidak bermasalah didapodik/info gtk dan
kesejahteraannya.
Hasil Aksi Nyata
Buat Keputusan
Bersama kurikulum dan kepala sekolah, SMK Negeri 1
Pakem, Kabupaten Bondowoso, mendaftarkan diri, menerapkan Kurikulum Merdeka,
dengan memilih Merdeka Berbagi tahun pelajaran 2022/2023.
Figure 4 Hasil asesmen Mandiri, Implementasi Kurikulum Merdeka
Perubahan (Future)
SMK Negeri 1 Pakem pada
tahun Pelajaran 2022/2023 melakasanakan Kurikulum Merdeka yang dimulai dari
kelas X. Perubahan kurikulum yang disertai dengan paradgima baru diharapkan
bisa meningkatkan bakat minat dan penerapakn kurikulum berbasis project. Yang berpihak
pada murid dan disertai dengan struktur kurikulum yang lebih fleksibel serta
sekolah diberi kewenangan penuh untuk memenuhi jam pelajaran dalam satu tahun
berjalan.
Demikian portofolio
aksi nyata modul 3.1.a.10 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran
yang telah CGP susun. Harapan saya dengan langkah-langkah pengambilan keputusan
yang saya laksanakan dapat menjadi acuan dalam mengahadapi dilema etika dan
bujukan moral yang terjadi di sekolah.
FAUZAN,
S.Kom
SMK
Negeri 1 Pakem
CGP Angkatan 4, Kabupaten Bondowoso





Tidak ada komentar:
Posting Komentar