Call Us : ( +62 ) 839 654 62666
Senin - Sabtu : 10.00 - 22.00
Welcome to MSI PAITON
Minggu, 19 Juni 2022

3.1.a.10. Aksi Nyata - Pengambil Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

 Pelaksanaan aksi nyata modul 3.1.a.10 merupakan rangkaian dari kegiatan demonstrasi kontekstual yang telah disusun sebelumnya. Pada modul ini Calon Guru Penggerak (CGP) mempelajari tentang Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran, selanjutnya CGP diminta untuk menyusun portofolio dengan model 4F (Fact, Feelings, Findings, Future). Berdasarkan rancangan aksi nyata yang telah dibuat sebelumnya, maka berikut ini portofolio aksi nyata modul 3.1.a.10 yang selesai saya susun.

1.        Peristiwa (Fact)

Latar Belakang

Saat pandemi covid-19, pembelajaran yang dilakukan dengan daring atau kombinasi daring dan luring, telah banyak memberikan pengalaman sangat berharga kepada warga sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, murid dan wali murid. Namun secara umum pendidikan mengalami banyak ketertinggalan, kesenjangan antar wilayah, begitu juga dalam hal sosial dan ekonomi. Untuk memulihkan kondisi pendidikan kearah yang lebih baik, Kementerian ristekdikti (Riset, Teknologi, Pendidikan, dan Perguruan Tinggi), meluncurkan Kurikulum Merdeka Belajar. Kementerian memberikan kebebasan bagi sekolah untuk memilih kurikulum di satuan pendidikannya dengan menggunakan kurikukum sebelumnnya atau kurikulum merdeka belajar.

Menjadi dilema kepada saya, sebagai salah satu Ka Prodi TKJ yang diberikan kewenangan oleh Waka kurikulum untuk turut ambil bagian, apakah tetap menggunakan kurikulum sebelumnya atau Kurikulum Merdeka? Karena kekahwatiran mayoritas guru yang sudah sertifikasi, dengan berkurangnya beberapa mata pelajaran, jika menggunakan kurikulum Merdeka Belajar. Sekolah kami, belum memiliki Kepala Sekolah definitive, hanya PLT Kepala sekolah. Jadi yang banyak berperan dalam menentukan ini, adalah  Kami dengan waka Kurikulum.  

Tujuan

Mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajar dalam menentukan kurikulum sekolah, tahun pelajaran 2022/2023 Di SMK Negeri 1 Pakem, Kabupaten Bondowoso.

Tolak Ukur

·   Menghasilkan keputusan yang cermat, tepat dan tidak merugikan pihak manapun.

· Keputusan penentuan kurikulum yang berpihak pada murid, namun juga tidak meninggalkan kepentingan warga sekolah yang lain.

 

Figure 1 Saat saya dengan Waka Kurikulum mengikuti Bimtek IKM di SMKN 1 Bondowoso

 

Figure 2 Pembukaan IKM Di SMKN 1 Bondowoso

Figure 3 Sambutan Ketua Panitia Bimtek IKM di SMKN 1 Bondowoso

 

Lini Masa

Paradigma (Jangka pendek  versus jangka panjang/short term vs long term)

Prinsip (berfikir berbasis hasil akhir/ends based thinking)

9 langkah (keputusan yang diambil haruslah tepat, arif, dan bijaksana, maka sebagai seorang pemimpin pembelajar membutuhkan pengujian yang selaras dengan prinsip dasar pengambilan keputusan

 

Perasaan (Feelings)

Setelah melaksanakan aksi nyata modul 3.1.a.10 mengenai Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran, saya awalnya merasa kesulitan, dengan dilemma yang dialami. Namun setelah urun rembug, kolaborasi dan berdiskusi dengan teman – temannya, diputuskan yang terbaik untuk sekolah ini. Perasaan menjadi bangga dan senang, karena bisa membuat keputusan yang bisa dan hampir memuaskan semua pihak.

  

Pembelajaran (Findings)

Pelajaran apa yang saya peroleh dan dapatkan dalam proses ini? Apa hal baru yang saya ketahui setelah proses ini?

9 langkah pengujian dalam pengambilan Keputusan

1.      Mengenali, bahwa ada nilai – nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini. Dalam masalah ini terdapat pertentangan situasi dalam menentukan kurikulum sekolah

2.      Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini. Yang terlibat Kepala sekolah, Waka Kurikulum, guru,  TU, murid dan wali murid.

3.      Kumpulkan fakta – fakta yang relevan dalam situasi ini.

-          Kurikulum K13, jam pelajaran (JP) diatur perminggu satuan, mengatur alokasi waktu permata pelajaran, secara rutin setiap minggu, dalam setiap semester. Sehingga dalam setiap semester peserta didik akan mendapatkan hasil nilai belajar.

-          Kebutuhan JP guru dan Murid, melalui kurikulum merdeka, guru prakarya dan seni budaya akan kesulitan mendapat JP sesuai kebutuhan sertifikasi. Sedangkan murid akan menerima pelajaran sesuai bakat minat.

-          Kurikulum merdeka, strukturnya dibagi menjadi 2 kegiatan pembelajaran utama yaitu: 1. Pembelajaran regular atau rutin 2. Proyek penguatan profil pelajar pancasila dan beberapa mata pelajaran yang menjadi mapel pilihan.   

4.      Pengujian Benar atau salah

-          Uji Legal, kasus ini tidak terkaiat pelanggaran hukum

-          Uji Regulasi, keputusan yang akan diambil tidak melanggar regulasi apapun

-          Uji Instuisi, Keputusan yang saya ambil, untuk menerapkan kurikulum merdeka disekolah berpihak pada bakat dan minat murid.

-          Uji Media Sosial, saya tetap nyaman, apabila kasus ini dipublikasikan, karena dengan menerapkan kurikulum merdeka, akan dapat dukungan dari masyarakat.

-          Uji Panutan atau idola, cabang dinas wilayah kabupaten bondowoso, mengharuskan SMK dan SMA negeri menerapkan kurikulum merdeka mandiri atau menjadi sekolah penggerak.

-          Pengujian Benar atau salah. Dalam kasus ini, paradigm, jangka pendek melawan jangka panjang. Implementasi Kurikulum Merdeka merupakan pilihan terbaik dalam jangka panjang untuk sekolah, murid dan guru.

5.      Melakukan prinsip Resolusi, prinsip penyelesaian dilemma yang dipakai adalah berfikir berbasis akhir (end based thinking)

6.      Investigasi Opsi Trilema, Menerapkan Kurikulum Merdeka, dengan memberikan JP pada guru Prakarya dan seni budaya secara proposrional dan menambah jp mata pelajaran lain yang yang linear, sehingga tidak bermasalah didapodik/info gtk dan kesejahteraannya.

 

Hasil Aksi Nyata

Buat Keputusan

Bersama kurikulum dan kepala sekolah, SMK Negeri 1 Pakem, Kabupaten Bondowoso, mendaftarkan diri, menerapkan Kurikulum Merdeka, dengan memilih Merdeka Berbagi tahun pelajaran 2022/2023.

Figure 4 Hasil asesmen Mandiri, Implementasi Kurikulum Merdeka

 

Perubahan (Future)

SMK Negeri 1 Pakem pada tahun Pelajaran 2022/2023 melakasanakan Kurikulum Merdeka yang dimulai dari kelas X. Perubahan kurikulum yang disertai dengan paradgima baru diharapkan bisa meningkatkan bakat minat dan penerapakn kurikulum berbasis project. Yang berpihak pada murid dan disertai dengan struktur kurikulum yang lebih fleksibel serta sekolah diberi kewenangan penuh untuk memenuhi jam pelajaran dalam satu tahun berjalan.   

Demikian portofolio aksi nyata modul 3.1.a.10 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran yang telah CGP susun. Harapan saya dengan langkah-langkah pengambilan keputusan yang saya laksanakan dapat menjadi acuan dalam mengahadapi dilema etika dan bujukan moral yang terjadi di sekolah.

 

FAUZAN, S.Kom

SMK Negeri 1 Pakem

CGP Angkatan 4, Kabupaten Bondowoso

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SHARETHIS