Nama Program : Gerakan Membaca dan Mencintai Buku (GEMA CINTAKU) di SMK Negeri 1 Pakem, Kabupaten Bondowoso
Oleh : Fauzan, S.Kom
CGP Angkatan 4 Kabupaten Bondowoso
A. PERISTIWA (FACT)
Salah
satu masalah yang kami angkat, adalah rendahnya minat baca pada peserta didik di
SMK Negeri 1 Pakem, Kabupaten Bondowoso. Dengan harapan, program gerakan
membaca ini bisa membawa dampak signifikan pada kegiatan pembelajaran. Budaya
membaca ini dilihat semakin menurun, sejak hadirnya HP/Smartphone android.
Peserta didik lebih tertarik membaca tayangan /gambar/video yang ada dilayar handphonenya.
Dengan banyaknya aplikasi maya/media social, seperti instagram, tiktok,
facebook, Whatsapps hingga media video Youtube membuat minat baca baca rendah mempengaruhi
kegiatan pembelajaran. Siswa menjadi tidak aktif dan kurang percaya diri dalam
memberikan pendapat karena minimnya wawasan yang dimiliki, sehingga tidak
berani tampil di depan untuk memberikan pendapat atau mengutarakan ide - idenya.
Membaca
merupakan kegiatan penting yang harus dimiliki peserta didik, sehingga proses pendidikan
bergantung pada kemampuan dan kesadaran cinta dan suka membaca buku pada
peserta didik. Kemampuan membaca ini sesuai dengan salah satu karakteristik
dari 7 lingkungan yang menumbuh kembangkan kepemimpinan murid yaitu lingkungan
yang melatih keterampilan yang dibutuhkan murid dalam proses pencapaian tujuan
akademik dan non akademik.
Mengapa
melaksanakan aksi nyata ini?
Aksi
nyata pengelolaan program yang berdampak pada murid di maksudkan untuk
mewujudkan kepemimpinan murid, program ini di lakukan dengan harapan peserta
didik bisa menumbuhkan sikap berani dalam dirinya, berani tampil dan
mengekspresikan diri dan bisa mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki.
Untuk mewujudkan
langkah pengelolaan program yang berdampak pada murid dilakukan aksi nyata dengan
berbasis pemetaan aset sekolah menggunakan model BAGJA. Ini dilakukan untuk
memastikan sebuah program yang berdampak pada murid. Sehingga menjadi langkah
konkrit dan aksi nyata sebagai pemimpin dalam pembelajar pengembangan sekolah.
Alasan
penting dalam program ini untuk mewujudkan kesejahteraan siswa atau student wellbeing dan
perkembangan peserta didik secara holistik, berbahagia serta memiliki nilai – nilai pribadi yang
unggul, berbudaya sehingga memiliki karakter profil pelajar pancasila.
Tujuan
Utama melaksanakan aksi nyata ini adalah sebagai berikut :
·
Menciptakan kesadaran peserta
didik atas pentingnya membaca untuk mendukung pembelajaran yang efektif
·
Menumbuhkan kemampuan
berpikir kritis siswa
·
Menumbuhkan jiwa
kepemimpinan siswa
·
Menjadikan kegiatan
literasi sebagai budaya positif di sekolah
·
Melatih kemandirian
siswa dalam memecahkan masalah
·
Menumbuhkan budi
pekerti dan kepribadian yang baik kepada siswa
Hasil Aksi Nyata yang di lakukan
Pada
dasarnya ini di rancang untuk menjadi wadah berkreasi dan berinovasi bagi peserta
didik agar tumbuh keberanian untuk tampil dan mengedukasi tentang penitingnya budaya membaca. Pesera
didik perlu di perkenalkan betapa pentingnya kegiatan literasi atau membaca
yang dilakukan sehingga sebagai generasi muda penerus bangsa akan selalu
menjunjung budaya yang mampu melestarikan budaya membaca. Dengan pelaksanan
kegiatan membaca yang rutin dan berkelanjutan, akan membawa dampak pada peserta
didik, yakni meningkatnya minat dan bakat serta jiwa kepemimpinan dan
kepedulian mencintai membaca buku.
Aksi
nyata yang saya beri tema “Gerakan Membaca dan Mencintai Buku (GEMA
CINTAKU)” di SMK Negeri 1 Pakem Kabupaten Bondowoso ini menunjukan
bahwa ada perkembangan yang signifikan dari waktu ke waktu mulai dari membaca
15 menit sebelum proses belajar mengajar yang di awasi oleh guru piket dan wali
kelas sehingga menjadi budaya bagi peserta didik. Ketika jam membaca buku sudah
di mulai maka dengan sendirinya melakukan aktivitas tersebut. Satu hal yang menjadi
saya bangga sebagai guru mata pelajar peserta didik mamapu meningkatkan
kemampuan pengetahuan sesuai dengan buku yang dibaca, membuat otak mereka bisa
bekerja secara optimal, menambah wawasan, mempertajam diri dalam menangkap
informasi dari sumber bacaan.
Kegiatan
membaca buku yang di lakukan di SMK Negeri 1 Pakem, Bondowoso menunjukan tidak
semata – mata di lakukan di dalam ruangan kelas saja, tetapi bisa juga di
lakukan di tempat lain, laboratorium, luar ruangan, lapangan dan tempat lain
yang mereka suka dengan di dampingi oleh guru piket dan wali kelas.
Peserta didik diberi kebebasan untuk memilih sesuai dengan bakat, minat dan
kesukaan mereka. Sarana yang dipakai peserta didik tidak harus buku, bisa juga
berupa laptop, Komputer PC Laboratorum, dll. Sesuai seleranya.
B.PERASAAN (FEELING)
Dalam
merencanakan dan melaksanakan aksi nyata ini merasa tertantang, karena
program ini harus benar – benar bisa berdampak nyata pada peserta didik. Dengan
harapan peserta didik meiliki nilai – nilai, beriman bertaqwa, berkarakter,
madiri, disiplin,dan aspek lainnya yaitu kemampuan dan jiwa kepemimpinan yang bisa
menjadi bekal siswa untuk kehidupan dimasa mendatang.
Perasaan
senang dan optimis dengan pencapaian program yang sudah berjalan dan dilaksanakan.
Terlaksananya program ini tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi semua pihak
di SMK Negeri 1 Pakem. Mulai dari peserta didik yang sangat antusias, guru
piket dan wali kelas yang mengkoordinir kegiatan. Dengan respon yang baik dari
warga sekolah saya tambah termotivasi dan antusias terlibat dalam program gerakan
membaca buku baik dari murid dan seluruh pemangku kepentingan di sekolah.
C.PEMBELAJARAN ( FINDING) YANG DI DAPAT DARI PELAKSANAAN AKSI
NYATA
Pembelajaran
yang didapatkan dari aksi nyata adalah terwujudnya kepemimpinan murid dalam budaya
membaca untuk peningkatan minat bakat, memiliki jiwa kepemimpinan,
terwujudnya karakter siswa. Karena bekal yang diperoleh dari membaca
buku, sehingga pengetahuan dari sumber – sumber informasi yang diperoleh
menjadi siswa yang berani tampil dan mengekspresikan bakat maupun potensinya
pada akhirnya besar harapan saya bahwa program ini akan bisa mewujudkan
profil pelajar pancasila.
Dari
aksi nyata ini saya mendapatkan banyak pelajaran penting, yaitu bagaimana teknik
menyusun dan mengelola sebuah program yang berdampak pada murid dengan pemetaan
aset model BAGJA. Selain itu saya menyadari betapa pentingnya kolaborasi antar
pemangku kepentingan untuk suksesnya program ini. Perlu juga belajar bahwa
peran guru tidak terbatas pada pembelajaran di dalam kelas saja, namun harus
peduli dan ikut terlibat dalam mengelola program yang berdampak pada murid.
D. PENERPAN KEDEPAN (FUTURE) RENCANA PERBAIKAN UNTUK PELKASANAAN
DI MASA DEPAN
Recana
perbaikan ke depan yaitu lebih mengaktifkan kembali kegiatan
intrakurikuler di lingkungan sekolah untuk memberikan bimbingan dan menjadi
wadah pengembangan minat dan bakat anak. Makanya kedepan perlu pemberian
apresiasi berupa reward kepada siswa yang memiliki prestasi
akademik sebagai bentuk dukungan untuk menambah semangat peserta didik
menampilkan kreatifitas dalam melakukan gerakan membaca buku. Perlunya
melakukan refleksi dan evaluasi dari setiap kegiatan yang dilakukan, agar bisa
diperbaiki kegiatan - kegiatan serupa
dimasa mendatang, salam dan bahagia.


Usul pak, sekalian diadakan kegiatan karya literasi. Dengan misal membuat ringkasan apa saja yang sudah dibaca dengan gaya bahasa mereka sendiri.
BalasHapus