Call Us : ( +62 ) 839 654 62666
Senin - Sabtu : 10.00 - 22.00
Welcome to MSI PAITON
Jumat, 15 Juli 2022

Aksi Nyata Modul 3.3 Gerakan Membaca dan Mencintai Buku (GEMA CINTAKU)

 

Nama Program : Gerakan Membaca dan Mencintai Buku (GEMA CINTAKU) di SMK Negeri 1 Pakem, Kabupaten Bondowoso

Oleh : Fauzan, S.Kom

CGP Angkatan 4 Kabupaten Bondowoso

 

A. PERISTIWA (FACT)

Salah satu masalah yang kami angkat, adalah rendahnya minat baca pada peserta didik di SMK Negeri 1 Pakem, Kabupaten Bondowoso. Dengan harapan, program gerakan membaca ini bisa membawa dampak signifikan pada kegiatan pembelajaran. Budaya membaca ini dilihat semakin menurun, sejak hadirnya HP/Smartphone android. Peserta didik lebih tertarik membaca tayangan /gambar/video yang ada dilayar handphonenya. Dengan banyaknya aplikasi maya/media social, seperti instagram, tiktok, facebook, Whatsapps hingga media video Youtube membuat minat baca baca rendah mempengaruhi kegiatan pembelajaran. Siswa menjadi tidak aktif dan kurang percaya diri dalam memberikan pendapat karena minimnya wawasan yang dimiliki, sehingga tidak berani tampil di depan untuk memberikan pendapat atau mengutarakan ide - idenya.

Membaca merupakan kegiatan penting yang harus dimiliki peserta didik, sehingga proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran cinta dan suka membaca buku pada peserta didik. Kemampuan membaca ini sesuai dengan salah satu karakteristik dari 7 lingkungan yang menumbuh kembangkan kepemimpinan murid yaitu lingkungan yang melatih keterampilan yang dibutuhkan murid dalam proses pencapaian tujuan akademik dan non akademik.

Mengapa melaksanakan aksi nyata ini?

Aksi nyata pengelolaan program yang berdampak pada murid di maksudkan untuk mewujudkan  kepemimpinan murid, program ini di lakukan dengan harapan peserta didik bisa menumbuhkan sikap berani dalam dirinya, berani tampil dan mengekspresikan diri dan bisa mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki.

Untuk mewujudkan langkah pengelolaan program yang berdampak pada murid dilakukan aksi nyata dengan berbasis pemetaan aset sekolah menggunakan model BAGJA. Ini dilakukan untuk memastikan sebuah program yang berdampak pada murid. Sehingga menjadi langkah konkrit dan aksi nyata sebagai pemimpin dalam pembelajar pengembangan sekolah.

Alasan penting dalam program ini untuk mewujudkan kesejahteraan siswa atau student wellbeing  dan perkembangan peserta didik secara holistik, berbahagia  serta memiliki nilai – nilai pribadi yang unggul, berbudaya sehingga memiliki karakter profil pelajar pancasila.

Tujuan Utama melaksanakan aksi nyata ini adalah sebagai berikut :

·         Menciptakan kesadaran peserta didik atas pentingnya membaca untuk mendukung pembelajaran yang efektif

·         Menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa

·         Menumbuhkan jiwa kepemimpinan siswa

·         Menjadikan kegiatan literasi sebagai budaya positif di sekolah

·         Melatih kemandirian siswa dalam memecahkan masalah 

·         Menumbuhkan budi pekerti dan kepribadian yang baik kepada siswa

Hasil Aksi Nyata yang di lakukan


 






Pada dasarnya ini di rancang untuk menjadi wadah berkreasi dan berinovasi bagi peserta didik agar tumbuh keberanian untuk tampil  dan mengedukasi  tentang penitingnya budaya membaca. Pesera didik perlu di perkenalkan betapa pentingnya kegiatan literasi atau membaca yang dilakukan sehingga sebagai generasi muda penerus bangsa akan selalu menjunjung budaya yang mampu melestarikan budaya membaca. Dengan pelaksanan kegiatan membaca yang rutin dan berkelanjutan, akan membawa dampak pada peserta didik, yakni meningkatnya minat dan bakat serta jiwa kepemimpinan dan kepedulian mencintai membaca buku.

Aksi nyata yang saya beri tema “Gerakan Membaca dan Mencintai Buku (GEMA CINTAKU)” di SMK Negeri 1 Pakem Kabupaten Bondowoso ini menunjukan bahwa ada perkembangan yang signifikan dari waktu ke waktu mulai dari membaca 15 menit sebelum proses belajar mengajar yang di awasi oleh guru piket dan wali kelas sehingga menjadi budaya bagi peserta didik. Ketika jam membaca buku sudah di mulai maka dengan sendirinya melakukan aktivitas tersebut. Satu hal yang menjadi saya bangga sebagai guru mata pelajar peserta didik mamapu meningkatkan kemampuan pengetahuan sesuai dengan buku yang dibaca, membuat otak mereka bisa bekerja secara optimal, menambah wawasan, mempertajam diri dalam menangkap informasi dari sumber bacaan.

Kegiatan membaca buku yang di lakukan di SMK Negeri 1 Pakem, Bondowoso menunjukan tidak semata – mata di lakukan di dalam ruangan kelas saja, tetapi bisa juga di lakukan di tempat lain, laboratorium, luar ruangan, lapangan dan tempat lain yang mereka suka dengan di dampingi oleh guru piket dan  wali kelas. Peserta didik diberi kebebasan untuk memilih sesuai dengan bakat, minat dan kesukaan mereka. Sarana yang dipakai peserta didik tidak harus buku, bisa juga berupa laptop, Komputer PC Laboratorum, dll. Sesuai seleranya.

 



 







B.PERASAAN (FEELING)

Dalam merencanakan dan melaksanakan aksi nyata ini merasa tertantang, karena program ini harus benar – benar bisa berdampak nyata pada peserta didik. Dengan harapan peserta didik meiliki nilai – nilai, beriman bertaqwa, berkarakter, madiri, disiplin,dan aspek lainnya yaitu kemampuan dan jiwa kepemimpinan yang bisa menjadi bekal siswa untuk kehidupan dimasa mendatang.

Perasaan senang dan optimis dengan pencapaian program yang sudah berjalan dan dilaksanakan. Terlaksananya program ini tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi semua pihak di SMK Negeri 1 Pakem. Mulai dari peserta didik yang sangat antusias, guru piket dan wali kelas yang mengkoordinir kegiatan. Dengan respon yang baik dari warga sekolah saya tambah termotivasi dan antusias terlibat dalam program gerakan membaca buku baik dari murid dan seluruh pemangku kepentingan di sekolah.

 

 


C.PEMBELAJARAN ( FINDING) YANG DI DAPAT DARI PELAKSANAAN AKSI NYATA

Pembelajaran yang didapatkan dari aksi nyata adalah terwujudnya kepemimpinan murid dalam budaya membaca untuk peningkatan minat bakat, memiliki jiwa kepemimpinan, terwujudnya  karakter siswa. Karena bekal yang diperoleh dari membaca buku, sehingga pengetahuan dari sumber – sumber informasi yang diperoleh menjadi siswa yang berani tampil dan mengekspresikan bakat maupun potensinya pada akhirnya besar harapan saya bahwa program ini akan bisa mewujudkan profil  pelajar pancasila.

Dari aksi nyata ini saya mendapatkan banyak pelajaran penting, yaitu bagaimana teknik menyusun dan mengelola sebuah program yang berdampak pada murid dengan pemetaan aset model BAGJA. Selain itu saya menyadari betapa pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk suksesnya program ini. Perlu juga belajar bahwa peran guru tidak terbatas pada pembelajaran di dalam kelas saja, namun harus peduli dan ikut terlibat dalam mengelola program yang berdampak pada murid.








D. PENERPAN KEDEPAN (FUTURE) RENCANA PERBAIKAN UNTUK PELKASANAAN DI MASA DEPAN

Recana perbaikan ke depan yaitu  lebih mengaktifkan kembali kegiatan intrakurikuler di lingkungan sekolah untuk memberikan bimbingan dan menjadi wadah pengembangan minat dan bakat anak. Makanya kedepan perlu pemberian apresiasi berupa reward kepada siswa yang memiliki prestasi akademik sebagai bentuk dukungan untuk menambah semangat peserta didik menampilkan kreatifitas dalam melakukan gerakan membaca buku. Perlunya melakukan refleksi dan evaluasi dari setiap kegiatan yang dilakukan, agar bisa diperbaiki kegiatan -  kegiatan serupa dimasa mendatang, salam dan bahagia.

1 komentar:

  1. Usul pak, sekalian diadakan kegiatan karya literasi. Dengan misal membuat ringkasan apa saja yang sudah dibaca dengan gaya bahasa mereka sendiri.

    BalasHapus

SHARETHIS